Minggu, 03 Oktober 2010


Sebuah kata

Alkisah ada sebuah kata
Kata yang sering dipuja juga dihina
Tapi itu bukan kata biasa semata
Dalamnya mengandung beribu makna

Kata itu terkadang berubah menjadi iblis
Menerkam siapa saja yang terjerat
Memecah kesunyian dengan tangis
Mengiris hati menimbulkan bekat

Kata itu disembah bagai sang penguasa
Membuat orang berlaku leluasa
Dasar untuk berbuat semena-mena
Terhadap orang-orang yang terlena

Kata itu juga bisa menjadi malaikat
Menabur kasih di antara dua hati
Yang saling melihat kemudian terpikat
Berikrar janji sehidup semati

Dan kata itu adalah...
Cinta

Teriakan Anak Negeri

Hai para petinggi berdasi
Dengarkah kau teriakan kami
Semakin hari semakin tertindih
Terjepit oleh hutang sana-sini

Hai orang-orang berkuda putih
Mengumbar janji demi ambisi
Berlakon di atas panggung
Dimana nasib rakyat bergantung

Hai orang-orang penguasa materi
Kemanakah uang jerih payah kami
Ingatkah janjimu untuk membangun negeri
Setumpuk dinar membuatmu lupa diri

Siang terik tak menghalangi kami berorasi
Menuntut perubahan dalam negeri
Biar hanya tidur beralas besi
Kami lihat para koruptor ditembak mati
Kami bersorak meski hanya mimpi

Inilah tangisan anak penerus zaman
Tak sanggup melangkah ke depan
Badan lemas tinggal tulang
Di sana engkau malah bersulang